Cloyster adalah Pokémon bertipe ganda Air/Es yang diperkenalkan pada Generasi I. Ia berevolusi dari Shellder saat terpapar Water Stone. Pokémon bivalvia ini terlindungi di dalam cangkang abu-abu muda yang dikelilingi lapisan cangkang luar kedua yang bergerigi berwarna biru keunguan. Cangkang Cloyster sangat awet, konon lebih keras daripada berlian dan mampu menahan ledakan bom atau bahkan hantaman rudal. Ia memiliki satu duri seperti kait yang mencuat dari atas kepalanya dan banyak tanduk berbentuk kerucut di cangkang luarnya. Ukuran dan ketajaman duri-duri ini dipengaruhi oleh arus pasang laut yang keras.
Pada wajahnya yang seperti mutiara, Cloyster memiliki dua mata putih dan sebuah mulut. Anatomi bagian dalamnya sebagian besar tidak pernah terlihat, karena begitu cangkangnya tertutup, cangkang itu mustahil dibuka dari luar. Mekanisme pertahanan yang mengesankan ini memungkinkan Cloyster melindungi diri dari berbagai ancaman. Menariknya, Cloyster dapat berenang di laut dengan menelan air lalu menyemburkannya ke belakang, dan sistem yang sama digunakan untuk menembakkan duri dari cangkangnya.
Data Pokédex
- Kategori: Pokémon Bivalvia
- Tinggi: 1,5 m
- Berat: 132,5 kg
- Kemampuan: Shell Armor, Skill Link, Overcoat (Tersembunyi)
Pembiakan
- Rasio jenis kelamin: 50% jantan, 50% betina
- Kelompok Telur: Air 3
- Waktu Menetas: 5.120 langkah
Entri Pokédex di Berbagai Versi
- Red/Blue: "Saat diserang, ia melontarkan tanduknya secara beruntun dengan cepat. Bagian dalam tubuhnya tidak pernah terlihat."
- Gold: "Begitu cangkangnya dihentakkan hingga tertutup, cangkang itu mustahil dibuka, bahkan oleh mereka yang memiliki kekuatan luar biasa."
- Ruby/Sapphire: "Cloyster mampu berenang di laut. Ia melakukannya dengan menelan air, lalu menyemburkannya ke belakang. Pokémon ini menembakkan duri dari cangkangnya dengan sistem yang sama."
- Ultra Sun: "Jika bagian cangkang Cloyster yang sangat keras itu rusak, bagian tersebut akan membengkak dan lambat laun tumbuh menjadi duri besar yang tajam."
- Sword: "Cangkangnya sangat keras. Cangkang itu tidak dapat dihancurkan, bahkan dengan bom. Cangkangnya hanya terbuka saat ia menyerang."
Evolusi
Shellder → Cloyster (terpapar Water Stone)
Kebiasaan
Cloyster dikenal menghuni laut dengan arus pasang yang keras, yang turut memicu pertumbuhan duri-durinya yang besar dan tajam. Ia pernah terlihat sesekali naik ke daratan untuk mencari makanan favoritnya, yaitu ekor Slowpoke. Para arkeolog telah menemukan tombak kuno dengan ujung duri yang terlepas dari cangkang Cloyster, yang menunjukkan sejarah panjang interaksinya dengan para pemburu manusia.
Perubahan di Berbagai Generasi
Pada Generasi 3, Cloyster mendapatkan kemampuan Skill Link, yang memastikan jurus multi-serangannya selalu mengenai dengan jumlah pukulan maksimum. Penambahan kemampuan tersembunyi Overcoat pada generasi berikutnya memberi Cloyster perlindungan terhadap efek cuaca dan jurus berbasis bubuk. Perubahan-perubahan ini, bersama jurus baru seperti Icicle Spear dan Shell Smash, telah meningkatkan kemampuan tempur Cloyster secara signifikan dari waktu ke waktu.