Aerodactyl adalah Pokémon purba yang dihidupkan kembali dari materi genetik yang ditemukan dalam ambar. Ia adalah Pokémon Fosil bertipe ganda Batu/Terbang yang diperkenalkan pada Generasi I. Menyerupai pterosaurus dengan ciri-ciri naga, Aerodactyl berpenampilan reptil dengan kulit abu-abu kebiruan terang dan sayap membran besar berwarna ungu. Tubuhnya dihiasi telinga kecil yang runcing, mata hijau gelap yang sipit, dan moncong bergerigi. Ciri Aerodactyl yang paling menonjol adalah mulutnya yang menganga dipenuhi taring bergerigi, yang mampu mengoyak bahan sekeras apa pun.
Pada zaman purba, Aerodactyl diyakini sebagai raja langit, melayang bebas sambil mengeluarkan pekikan bernada tinggi. Sayapnya yang kuat memungkinkannya meluncur dengan mudah, tetapi ia lamban saat berjalan di daratan. Keganasan Aerodactyl dalam pertempuran terdokumentasi dengan baik, dengan taring bergerigi seperti gergaji yang mampu mencabik kulit Pokémon mana pun, termasuk tipe Baja. Pokémon ini diteorikan punah akibat hantaman meteor raksasa.
Aerodactyl dapat melakukan Mega Evolusi menjadi Mega Aerodactyl dengan menggunakan Aerodactylite. Dalam wujud ini, sebagian tubuhnya menjadi menyerupai batu, dan beberapa cendekiawan berpendapat bahwa ini mungkin penampilan asli Aerodactyl. Mega Evolusi membuat Aerodactyl lebih buas dan mudah tersulut emosi, mungkin akibat beban kekuatan berlebih pada tubuhnya.
Data Pokédex
- Kategori: Pokémon Fosil
- Tinggi: 1,8 m
- Berat: 59,0 kg
- Kemampuan: Rock Head, Pressure, Unnerve (Kemampuan Tersembunyi)
Pembiakan
- Kelompok Telur: Terbang
- Rasio Gender: 87,5% jantan, 12,5% betina
- Siklus Telur: 35 (8.739–8.995 langkah)
Entri Pokédex di Berbagai Versi
- Red/Blue: Pokémon prasejarah yang ganas, yang mengincar leher musuh dengan taringnya yang bergerigi seperti gergaji.
- Yellow: Pokémon buas yang punah pada zaman purba. Ia dihidupkan kembali menggunakan DNA yang diambil dari ambar.
- Gold/Silver: Ia dihidupkan kembali dari materi genetik dinosaurus yang ditemukan dalam ambar. Ia terbang sambil memekik nyaring.
- Crystal: Pada zaman purba, ia menguasai langit. Teori yang diterima secara luas menyatakan ia punah akibat hantaman meteor besar.
Evolusi
Aerodactyl tidak berevolusi dari maupun menjadi Pokémon lain.
Kebiasaan
Aerodactyl dikenal bersarang di pegunungan demi keamanan dan keterpencilan. Dalam pertempuran, ia sangat agresif dan menyerang apa pun yang bergerak. Pekikannya yang bernada tinggi menjadi penanda kehadirannya di langit purba.
Tambahan di Berbagai Generasi
Generasi VI memperkenalkan Mega Aerodactyl, yang membangkitkan gen-gen yang tertidur dan mengembalikan batu-batu tajam yang dahulu menutupi seluruh tubuhnya. Pada Generasi VII, Aerodactyl dapat ditemukan sebagai Pokémon pengembara di DLC Crown Tundra.